Tuesday, June 23, 2009

wahai manusia

Wahai sekalian manusia! Dengarkanlah perkataanku dan camkan. Kamu sekalian tahu bahwa sesungguhnya seorang muslim adalah saudara bagi seorang muslim yang lain (dan dalam riwayat yang lain: Saudara bagi seorang muslim) sesungguhnya kaum muslimin adalah bersaudara, tidak dihalalkan bagi seorang muslim harta saudaranya yang muslim kecuali yang diberikan dengan senang hati, janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri. Ketahuilah bahwa hati itu tidak berkhianat dalam tiga perkara: Ikhlas berbuat karena Allah Taala, menasehati para pimpinan pemerintahan dan tetap bersama jamaah kaum muslimin. Sesungguhnya doa mereka senantiasa mengiringi mereka.

Barangsiapa yang niatnya karena dunia niscaya Allah akan menjadikan kefakiran di depan mata mereka, Allah akan mencerai-beraikan hasil usaha mereka dan tidak akan mereka dapati kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya. Barangsiapa yang niatnya untuk akhirat, Allah Taala akan mengaruniakannya kekayaan hati dan akan mencukupkan apa yang ada padanya bahkan akan diberikan kekayaan dunia yang berlimpah, dan yang terakhir itu sebenarnya tidaklah berharga.

Sesungguhnya Allah akan memberi rahmat orang yang mendengar perkataanku kemudian memahaminya dan menyampaikannya kepada orang lain. Berapa banyak orang yang menyebarkan informasi tetapi bukan ahlinya dan berapa banyak orang yang mendapat informasi lebih memahami permasalahan dari penyampai informasi tersebut.

Semua Akan Dipertanggungjawabkan

Suatu ketika Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bertemu dengan kedua sahabatnya Abu bakar dan Umar radiallauanhuma. Ketika mereka saling bertanya, akhirnya diketahuilah bahwa mereka bertiga sedang dalam keadaan lapar dan diputuskan untuk pergi ke rumah salah seorang sahabat dan sahabatnya tersebut menyuguhkan kambing serta korma basah dan kering kepada mereka bertiga, kemudian tatkala Rasulullah SAW memakan korma tersebut meneteslah air mata beliau, kedua sahabatnya itupun bertanya tentang tangis Rasulullah tsb, maka Rasulullah SAW menjawab bahwa sesunggunya korma kering dan korma basah ini akan dimintai pertanggung jawaban kelak dikemudian hari.

Saudaraku seiman, adapun hari ini, betapa banyak manusia yg korup, berlaku curang, menghalalkan segala cara padahal sudah jelas bahwa Rasulullah lebih suci dari kita ini namun beliau tetap saja memiliki perasaan khauf (takut) serta raja’ (berharap) terhadap pertolongan Allah dihari dimana harta, jabatan dan keluarga tdk berguna.

Seandainya para pelaku korup, orang2 yg diwajibkan baginya sholat jamaah, zakat dan haji serta dilarangnya berbuat keji dan mungkar yg dibenci oleh Allah mengetahui dan mentadabburi ayat Az Zukruf ayat 44:
"Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan dimintai pertanggungjawaban"
dan juga ayat 36 dari surah Al Qiyamah:
"Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban?)"
Hidup kita adalah amanah yakni menjalankan fungsi sebagai hamba untuk mengabdi kepada Allah sesuai petunjuk Rasulullah SAW. Karena hidup adalah amanah yang diberikan kepada manusia maka kelak tentu saja Allah sang pemberi kehidupan akan meminta pertanggungjawaban bagi yg diberi amanah. Sehingga jika korma halal yang ditangisi oleh Rasulullah SAW saja dimintai pertanggungjawaban apatah lagi hal2 besar yg disyariatkan oleh Allah yg begitu banyak ditinggalkan oleh manusia hari ini. Maka sungguh beruntunglah langit, bumi dan gunung2 yang enggan menerima amanah karena takut akan pertanggungjawabannya seperti yang tertuang dalam ayat:72 dari surah al ahzab:
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh"
Saudaraku yang dikasihi Allah, sesungguhnya telah ditulis dalam kitab lauhul mahfuz akan kehadiran kita di bumi Allah dengan amanah kehidupan maka hendaknya kita berusaha seraya memohon pertolonganNya agar Dia menolong kita untuk menjalankan amanah yang ia berikan kepada kita, alangkah marahnya seorang Raja yang meminjamkan kepada seseorg sebuah kendaraan untuk kita pergunakan untuk kebaikan lantas justru org tersebut mempergunakannya untuk merampok, maka pastilah sang raja segera memanggil dan memintai pertanggung jawabannya kemudian menghukumnya, demikianlah pula dengan kita yg telah mempergunakan begitu banyak fasilitas gratis Allah namun justru kita gunakan dijalan yg tidak diridhoiNya. Naudzubillah min zalik. Ya Muqallibal Qulub tsabbit qalbi ala dinika. (Wahai Pembolak balik hati tetapkan hatiku pada agamaMu). Wallahu A'lam.






http://shiddiq-almakassari.blogspot.com/

Sebaik Bekal adalah Taqwa

Dunia adalah tempat untuk beramal, sementara akhirat tempat untuk menuai hasilnya, olehnya dunia bukan tempat perhitungan (hisab) sementara kehidupan setelah kematian bukanlah tempat untuk beramal lagi melainkan tempat perhitungan (pertanggung jawaban red). Perjalanan akhirat yang jauh ini tentu saja membutuhkan bekal, maka berbekallah!!! dan sebaik-baik bekal ialah Taqwa (Fatazawwadu fainna khaira zadittaqwa)

Saturday, June 13, 2009

Alloh has sent everything to us


Alloh has sent everything to us ...
Alloh loves us
Alloh take cares us

Allah Is Enough For Me

When he was placed in the well
or locked in the dungeon
betrayed by his own flesh and blood
convicted of what he did not
handsome Yusuf sighed
Allah is enough for me!

Taken in as a slave
made to work night and day
resisting all temptation
Allah is enough for me!

Until the king had a dream
Many hard years had gone by
patience and repentance
Allah is enough for me!

Till...the fortunate day
there he sees his father
in the land of content
Allah is enough for me!

Handsome Yusuf cried
Allah is enough for me!
Every night brings a new day
Allah alleviates all pain
Everything has its end
Allah is enough for me!

Everything has its end
Allah is enough for me!
Allah is enough for me!


By:

Zain Bhikha

Tanda-Tanda Kematian

Adapun tanda-tanda kematian menurut para ulama adalah benar dan ujud, cuma amalan dan ketakwaan kita saja yang akan dapat membedakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini. RasulAlloh SAW diriwayatkan masih mampu memperlihatkan dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara langsung akan kesukaran menghadapi sakaratul maut dari awal hingga akhir hayat Beliau. Imam Ghazali Rahimahullah diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehingga beliau mampu menyiapkan dirinya untuk menghadapi sakaratul maut secara sendirian. Beliau menyiapkan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali cuma ketika sampai bagian tubuh dan kepala saja beliau telah memanggil abangnya yaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bagian mukanya.
Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Alloh Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita hambaNya supaya dapat bertaubat dan siap dalam perjalanan menghadap Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Walau bagaimanapun semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam saja manakala orang-orang kafir yaitu orang yang menyekutukan Alloh nyawa mereka ini akan terus diambil tanpa peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Adapun tanda-tanda ini terbagi kepada beberapa keadaan :

Tanda 100 hari sebelum hari mati.
Ini adalah tanda pertama dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala kepada hambaNya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yang dikehendakiNya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut sehingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil, contohnya seperti daging lembu yang baru disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka sadar serta berdetak di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, selanjutnya maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Tanda 40 hari sebelum hari mati
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arashy Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persiapan ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tanda 7 hari
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di
mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba hanya berselera untuk makan.

Tanda 3 hari

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan
kiri. Jika tanda ini dapat, dirasa maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit, hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dirasa jika kita melihatnya dari bagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Tanda 1 hari

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bagian pusat, akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah, berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

PENUTUP

Sesungguhnya marilah kita bertaqwa dan berdoa kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala semoga kita
adalah di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Alloh yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda-tanda mati ini semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan pada dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala maupun dari sesama manusia atas segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Walau bagaimanapun sesuai dengan sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang maha berkuasa lagi pemurah lagi maha mengasihani maka diriwatkan bahawa tarikh mati seseorang manusia itu masih boleh diubah dengan amalan doa yaitu doa dari kita sendiri ataupun doa dari orang lain. Namun ini adalah ketentuan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala semata-mata.

Oleh itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semuga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala serta kelapangan masa dan kesehatan tubuh badan dan juga fikiran dalam usaha kita untuk mencari keridhaan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala di dunia maupun akhirat.

Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan apa yang salah dan khilaf itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri.

dari: http://my.opera.com/joko7701/blog/

Alloh Mengajarkan Cinta

Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai?
Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,
Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu
Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka
Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta

Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata?
Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana
Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya

Cinta adalah pesan agung Alloh pada umat manusia
DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNya di atas Arsy
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
Menuju kepatuhan pengabdian kepada Alloh dan Rasulnya
Dan saat pena cinta Alloh mewarnai melukis hatimu,
satu jam bersama serasa satu menit saja

Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Alloh
Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi
Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Alloh dan RasulNya
Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia
Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran

Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Alloh
Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Alloh
Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki

Agungnya kepatuhan cinta Alloh bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai
Karena Alloh adalah kekasih Zat yang abadi

Cintailah kekasihmu setulusnya maka Alloh akan mencintaimu
Karena Alloh mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan amarah menebarkan keharmonisan
Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki


dari: http://my.opera.com/joko7701/blog/